Showing posts with label http://caves.or.id/arsip/2925. Show all posts
Showing posts with label http://caves.or.id/arsip/2925. Show all posts

Monday, July 31, 2017

WARTAWAN DI LARANG MELIPUT

PATI – Perlakuan tidak menyenangkan dialami sejumlah wartawan yang ada di kabupaten PAti. Mereka diusir oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, saat hendak meliput Konsultasi Publik Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Tahap II di Ruang Pragola Setda Pati, Sabtu (29/07/2017).

Dalih yang digunakan pihak terkait dalam larangan meliput, yakni acara tersebut hanya untuk tamu undangan saja yang berhak mengikuti acara.

“Ada undangannya tidak? Kalau tidak ada surat undanganya tidak boleh masuk, perintahnya memang seperti itu,” ungkap salah satu penerima tamu.

Padahal, ketika ditanya giat tersebut tertutup atau tidak, pihaknya mengaku tidak tahu. Kalaupun acara dilakukan secara tertutup, seharusnya wartawan diberikan kesempatan untuk mengambil gambar.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Pati Purwadi saat dikonfirmasi mengatakan permintaan maaf atas kejadian tersebut. Dia mengaku ada kesalahpahaman petugas.

“Saya memohon maaf kepada rekan-rekan wartawan, ini merupakan kesalahpahaman petugas. Ya seharusnya boleh karena publik berhak tahu hasil acara tersebut,” ungkapnya.

Usai dikonfirmasi, para wartawan diperkenankan untuk memasuki ruangan dan mempublikasikan acara. Hanya, saat itu acara sudah hampir selesai.

Diketahui, giat tersebut merupakan tindak lanjut surat dari Kantor Staf Presiden RI Nomor B-70/KSP/D.II/07/2017, tertanggal 24 Juli 2017, perihal pemberitahuan pelaksanaan observasi lapangan, pengumpulan data skunder dan konsultasi publik dalam penyusunan KLHS tahap II.

http://seputarmuria.com/2017/07/29/wartawan-pati-dihalang-halangi-saat-hendak-liputan-konsultasi-publik-klhs/

Saturday, July 29, 2017

KALIGEDE TERANCAM SUMBER AIR NYA

SUMBER AIR KALIGEDE TERANCAM RENCANA AKTIFITAS PENAMBANGAN PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA DI KABUPATEN PATI

Masyarakat Speleologi Indonesia (Indonesian Speleological Society) Pengurus Daerah Jawa Tengah bekerja sama dengan Pusat Studi Karst Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta telah melakukan kegiatan “Caving di Bumi Kayen – Tambakromo, Kabupaten Pati” pada tanggal 13 s/d 16 April 2017. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan perkumpulan penggiat speleologi dan pecinta alam dari beberapa daerah di Jawa Tengah seperti Semarang Caver Association (SCA), Forum Caving Surakarta (FCS), Pasdapala SMA N 2 Pati serta melibatkan secara aktif masyarakat sekitar. Rangkaian kegitan antara lain melakukan survei eksokarst dan endokarst, pelacakan hubungan aliran sungai bawah tanah di Gua Pari dengan Mata air di sekitarnya, sosialisasi PERDES tentang pengelolaan sumber daya air dan karst, serta edukasi kepada masyarakat tentang fungsi kawasan karst.

Pelacakan aliran sungai bawah tanah dengan koridor Gua Pari dilatarbelakangi bahwa kawasan karst tersebut termasuk dalam wilayah Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi PT Sahabat Mulia Sakti anak perusahaan PT. Indocement Tunggal Prakarsa tetapi tidak masuk dalam Penetapan Kawasan Bentang Alam Karst Sukolilo (Kepmen ESDM No 2641K/40/MEM/2014 tentang Penetapan KBAK Sukolilo). Pada bulan Agustus tahun 2016 KMPA Giri Bahama Fakultas Geografi UMS melakukan kajian potensi eksokarst dan endokarst bersama masyarakat yang mengidentifikasi keberadaan sungai bawah tanah dengan koridor Gua Pari di Dukuh Krukuk, Desa Brati, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. Kajian ini juga mengamati bahwa di lereng bawah dari Gua Pari terdapat 7 mata air yaitu; Sumber Kali Gede, Kali Cilik, Sumber Agung, Sumber Ronggoboyo 1, Sumber Ronggoboyo 2, Beser 1, dan Beser 2 yang sangat memungkinkan untuk dilakukan pelacakan aliran air sungai bawah tanah.

Kegiatan pelacakan dimulai dengan pengukuran debit pada hari Jumat 14 April 2017 di Gua Pari sebesar 102,76 l/dtk dan 3 mata air dugaan (Sumber kali Gede 499,98 l/dtk, Kali Cilik 79,73 l/dtk serta gabungan aliran Sumber Ronggoboyo 1 dan Sumber Agung 347,38 l/dtk). Hari Sabtu tanggal 15 April 2017 dilakukan injeksi larutan pelacak (tracer) di sungai bawah tanah Gua Pari. Selang 26 menit sejak dilakukan injeksi, zat pelacak tersebut keluar di mata air Kali Gede. Hal ini menunjukkan bahwa sungai bawah tanah di Gua Pari memiliki koneksi dengan mata air Kali Gede atau secara umum dapat dikatakan sungai bawah tanah di Gua Pari keluar melalui mata air Kali Gede.

Mengacu pada debit masukan di Gua Pari dan debit keluaran di mata air Kali Gede memiliki nilai yang tidak sebanding, sehingga dapat diasumsikan bahwa mata air Kaligede mendapatkan masukan (suplai) dari aliran lain selain Gua Pari. Enam mata air lain di sekitar Kali Gede berjarak radius maksimal 400 m tidak terhubung dengan Gua Pari, menunjukan bahwa kondisi endokarst di sekitar Gua Pari memiliki banyak sistem aliran sungai bawah tanah yang belum terdeteksi. Lebih jauh mengacu kondisi ini, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hulu aliran sungai bawah tanah Gua Pari dan sistem-sistem lain di sekitarnya.

Mataair Kali Gede merupakan mata air terbesar diantara 7 mata air yang merupakan salah satu hulu dari anak Sungai Juwana. Peran sungai Kali Gede sangat vital sebagai irigasi pertanian. Hasil wawancara dengan penduduk, lahan sawah yang mendapatkan air dari sungai Kali Gede dapat panen 3 kali setahun, artinya sifat sungai ini adalah parennial atau berair sepanjang tahun. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui daerah lingkupan irigasi dan manfaat dari sungai Kali Gede bagi masyarakat sekitarnya.

Permen ESDM tentang Penetapan KBAK menyebutkan pada Pasal 4 ayat (6) huruf (a) bahwa kriteria bentuk endokarst salah satunya memiliki sungai bawah tanah. Kawasan Gua Pari dan sekitarnya saat ini tidak masuk dalam KBAK Sukolilo, selayaknya diusulkan untuk revisi dan masuk dalam KBAK Sukolilo, dengan memasukan kawasan sekitar Gua Pari ke dalam KBAK. Hasil pelacakan aliran air ini menunjukkan bahwa kawasan ini rentan apabila mengalami kerusakan seperti penambangan batugamping, sehingga keberadan IUP Eksplorasi PT Sahabat Mulia Sakti (PT. Indocement Tunggal Prakarsa) juga perlu ditinjau kembali.

Salam Speleo
Salam Lestari
Narahubung:
Ari Setyawan : 085641217177
http://caves.or.id/arsip/2925