Identifikasi dan pembuktian lapangan terhadap keberadaan Kawasan Lindung Geologi atau yg lebih dikenal dengan nama Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) pada seluruh areal WIUP Explorasi PT.TSA telah rampung. KEMPRa menemukan banyak gua baru dengan keberadaan mata air dan sungai bawah tanah di dalamnya. Bagi DINAS atau INSTANSI PEMERINTAH Aceh Tamiang yg membutuhkan data atau laporan dimaksud dapat menghubungi personil LSM KEMPRa di warung-warung kopi seputaran kompleks perkantoran Pemkab Aceh Tamiang. Trims
Tuesday, June 27, 2017
Friday, April 21, 2017
Buat Mereka yg menemukan dan menelusuri isi gua kaloy
UNTUK MEREKA YANG MENEMUKAN GUA SERIBU METER DI KALOY
Perhatikan raut wajah mereka ketika melangkah keluar dari mulut gua itu..
Hari ini, begitu banyak orang mengatakan hal yang tidak seharusnya sebagai jawaban terhadap apa yang sudah mereka lakukan untuk kita. Pernahkah kalian berfikir, bahwa sesungguhnya tak ada apapun yang mereka dapatkan dari apa yang telah mereka perjuangkan? Tak ada apapun yang mereka dapat selain kebahagiaan dan kepuasan jiwa. Tak ada yang mereka bisa bawa pulang untuk diri dan juga untuk keluarga yang menanti di rumah.
Perhatikan raut wajah mereka ketika melangkah keluar dari mulut gua itu..
Bahkan untuk mengucapkan terima kasih-pun kita seakan lupa. Padahal ketika melangkah dari rumah, mereka hanya berbekal rasa cemas dari keluarga yang melepas mereka pergi. Tak ada yang memberikan biaya dan fasilitas untuk mereka. Yang mereka bawa cuma keyakinan bahwa mereka sedang melakukan sesuatu yang benar dan hasilnya akan berguna bagi orang lain.
Perhatikan raut wajah mereka ketika melangkah keluar dari mulut gua itu.
Merekalah yang menemukan gua dan sungai bawah tanah sepanjang lebih dari 1.000 meter di pedalaman Kaloy itu. Mereka tak berharap apapun. Sepotong ucapan terimakasih bagi mereka serasa lebih dari cukup.Tapi kita memberi mereka seribu cerca-an..
Cave kubin , Geologi Karts
Begini ceritanya :
Saya dan teman-teman dari KEMPRa mendapatkan informasi ttg keberadaan sebuah gua di Kaloy yg disebut masyarakat Gua Burung atau Gua Kubin. Menurut cerita, gua itu sangat luas, serta ada sungai mengalir di dalamnya. Tak diperoleh data dan informasi lain, bahkan dari instansi resmi sekalipun, tentang seberapa luas, seberapa panjang serta apa yg ada di dalamnya. Yang kami ketahui, bahwa gua itu terancam keberadaannya, karena masuk ke dalam rencana wilayah konsesi sebuah perusahaan industri pertambangan raksasa. Lalu tim KEMPRa, dengan perlengkapan dan peralatan seadanya, selama 3 hari mencoba menelusuri gua itu. Subhanallah, yg kita temukan ternyata jauh melebihi dari apa yg pernah dibayangkan. Yg kita temukan adalah sebuah gua horizontal dengan lebar dan ketinggian puluhan meter, panjangnya lebih dari 1,5 kilometer yang dipenuhi stalaktit dan stalaknit raksasa, dan di bawahnya mengalir sungai bawah tanah yang merupakan salah satu sumber utama yg mengisi sungai Kaloy.
gua itu bukan gua biasa. Itu adalah gua karst kelas satu yang jarang bisa dijumpai di dunia ini. Jika kalian cari di google, gua dengan panjang melebihi 1 kilometer di Indonesia ini jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Di Aceh, saya kira ini adalah satu-satunya. Lalu, apakah kita akan membiarkannya begitu saja dihancurkan untuk kepentingan Industri? Kami tidak ingin itu terjadi. Kami ingin gua itu tetap ada selamanya, dan oleh sebab itu harus ada sesuatu yg harus dilakukan untuk menyelamatkannya, jauh-jauh hari sebelum ancaman kehancuran itu datang. Dan inilah yang mendasari ide status itu, yaitu kampanye penyelamatan gua Kubin.
Alhamdulillah, Kampanye ini mulai menunjukkan hasilnya. Insya Allah, minggu depan tim KEMPRa akan kembali menelusuri gua itu bersama crew Metro TV untuk membuat film dokumentasi untuk ditayangkan di statsiun tivi itu. Jika pemerintah beredia meminjamkan, kita akan kembali dengan peralatan yg lebih baik, termasuk alat selam, tabung oksigen serta lampu dan kamera bawah air.
Alhamdulillah, Insya Allah akhir bulan ini, seorang ahli mitigasi dan resiko kebencanaan, yg juga merupakan arsitek terbentuknya Badan Penanggulangan Bencana Nasional dan Daerah, DR. Eko Teguh Paripurno bersama beberapa orang ahli peneliti gua dari Jogjakarta akan datang ke Tamiang untuk meneliti gua itu, dan membntu menyebar luaskan informasi ini ke seluruh dunia melalui jaringan mereka. Mereka datang dengan biaya sendiri, membantu kita tanpa pamrih, karena menghargai niat dan usaha yg telah kami lakukan.
Hai Bung, Tak ada target apapun yng ingin kami capai, selain daripada tetap bisa tersenyum melihat gua itu masih kokoh berdiri hingga kita uzur kelak. Tak ada yg membiayai apa yg kami lakukan. Kami membiayainya sendiri, sebagai salah satu wujud kecintaan kami terhadap Tamiang, negeri dimana kita lahir dan dibesarkan.
-
Hari ke 8 Aksi Tenda Kartini Kendeng Depan Istana *KASUS KENDENG : DARURAT NAWACITA JOKOWI-JK* Jokowi-JK menawarkan nawacita dalam vis...
-
Daftar isi Selamat Datang Di Aceh Tamiang ............................................................................ Hal.1 ( Walcome To...